Bagaimana Menghadapi Tantangan Resiliensi Emosional : Magister Pendidikan Dasar Hadirkan Pakar Self-Healing

Program Magister Pendidikan Dasar bersama alumni Magister Pendidikan Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) akan menyelenggarakan seminar nasional bertema “Membangun Ruang Aman Self-Healing Menghadapi Tantangan Resiliensi Emosional” pada Senin, 30 Maret 2026, bertempat di Auditorium Mohammad Djazman UMS. Kegiatan ini dirancang sebagai forum ilmiah sekaligus reflektif yang membahas pentingnya kesehatan emosional di tengah kompleksitas kehidupan modern yang semakin menekan banyak individu dari berbagai kalangan.

Seminar ini menjadi relevan karena masyarakat saat ini hidup dalam situasi yang sarat tekanan, baik tekanan akademik, pekerjaan, relasi sosial, maupun tuntutan hidup sehari-hari. Dalam konteks tersebut, isu self-healing dan resiliensi emosional bukan lagi sekadar tema populer, melainkan kebutuhan nyata yang harus dipahami secara benar. Banyak orang mengalami kelelahan mental, stres berkepanjangan, kecemasan, bahkan kehilangan ruang aman untuk mengekspresikan diri. Oleh karena itu, seminar ini dihadirkan sebagai bentuk kontribusi akademik dan sosial kampus dalam menjawab persoalan-persoalan psikologis yang makin nyata di masyarakat.

Untuk memperkuat substansi pembahasan, panitia menghadirkan dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHt., CI. sebagai pembicara utama. Ia dikenal luas sebagai pakar neuroparenting, yakni bidang yang menekankan keterkaitan antara cara kerja otak, pola pengasuhan, pengelolaan emosi, dan pembentukan perilaku manusia. Kehadiran beliau diharapkan mampu memberikan perspektif yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis, aplikatif, dan dekat dengan pengalaman kehidupan sehari-hari peserta. Dengan latar kepakaran tersebut, seminar ini berpotensi memberi pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana seseorang dapat mengenali, mengelola, dan memulihkan kondisi emosionalnya secara sehat.

Menurut Ketua Panitia, Heni Marlinawati, M.Pd., tema seminar ini dipilih karena sangat sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini yang menghadapi berbagai bentuk tekanan kehidupan. Ia menjelaskan bahwa banyak individu mengalami stres dalam keseharian, baik di lingkungan kerja, sekolah, keluarga, maupun ruang sosial yang lebih luas. Dalam situasi demikian, kemampuan untuk melakukan pemulihan diri (self-healing) dan membangun ketahanan emosional (resiliensi emosional) menjadi sangat penting agar seseorang tidak mudah rapuh ketika menghadapi masalah, konflik, atau perubahan hidup yang cepat.

Lebih lanjut, Heni menegaskan bahwa seminar ini bertujuan membantu peserta memahami makna self-healing dan resiliensi emosional secara lebih mendalam. Peserta tidak hanya diajak mengenal konsepnya secara umum, tetapi juga diarahkan untuk memahami strategi konkret dalam mengelola stres, mengendalikan emosi negatif, serta membangun respons psikologis yang lebih sehat terhadap tekanan hidup. Dengan demikian, seminar ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi diarahkan menjadi sarana pembelajaran yang mampu memberi dampak nyata bagi kehidupan personal, akademik, maupun profesional peserta.

Selain sebagai ruang transfer pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang aman bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, memperoleh dukungan moral, dan belajar dari pengalaman orang lain. Konsep ruang aman dalam seminar ini penting karena sering kali individu membutuhkan tempat yang tidak menghakimi, tidak menekan, dan memberi kesempatan bagi seseorang untuk didengar serta dipahami. Dalam konteks pendidikan dan kehidupan sosial, keberadaan ruang aman menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya kesehatan mental, rasa percaya diri, serta kemampuan seseorang untuk bangkit dari pengalaman-pengalaman yang melelahkan secara emosional.

Seminar nasional ini juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai institusi yang peka terhadap persoalan kemanusiaan. Melalui kolaborasi antara program studi dan alumni, kegiatan ini memperlihatkan adanya sinergi akademik yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat. Tema yang diangkat pun mencerminkan kepedulian FKIP UMS, khususnya Magister Pendidikan Dasar, terhadap pentingnya pembentukan individu yang sehat secara emosional, adaptif, dan mampu bertahan dalam berbagai tantangan zaman.

Heni berharap kehadiran dr. Aisah Dahlan dapat memberikan wawasan baru, inspirasi, dan penguatan bagi seluruh peserta. Melalui seminar ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga terdorong untuk mulai membangun proses pemulihan diri secara sadar, memperkuat ketahanan emosional, dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif bagi diri sendiri maupun orang lain. Dengan demikian, seminar ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih sehat secara psikologis, lebih tangguh dalam menghadapi persoalan hidup, dan lebih mampu menciptakan ruang-ruang aman dalam kehidupan sehari-hari.