
Kegiatan Kuliah Pakar Program Studi PGSD FKIP UMMAT bertema “Pendidikan Inklusif: Mewujudkan Pembelajaran Ramah Anak” berlangsung dalam suasana yang tertib, hangat, dan fokus. Sejak awal kegiatan, mahasiswa menunjukkan kesiapan mengikuti acara dengan bergabung tepat waktu, memperhatikan arahan panitia, serta menjaga etika selama pertemuan daring. Situasi ini membuat jalannya kegiatan terasa kondusif dan materi dapat tersampaikan dengan jelas.
Kuliah pakar ini diisi oleh Ibu Prof. Dr. Minsih, M.Pd. selaku Kaprodi Magister Pendidikan Dasar, serta Haifaturrohmah, M.Pd. selaku Dosen PGSD FKIP UMMAT. Keduanya menyampaikan materi secara sistematis dan komunikatif, sehingga mahasiswa mudah mengikuti alur pembahasan. Topik yang diangkat mendorong peserta untuk memahami pendidikan inklusif bukan sekadar konsep, tetapi sebagai pendekatan nyata untuk menghadirkan pembelajaran yang aman, adil, dan ramah bagi setiap anak.

Selama pemaparan materi, mahasiswa terlihat serius menyimak dan mencatat poin-poin penting, terutama terkait prinsip dasar pendidikan inklusif, strategi pembelajaran berpusat pada anak, serta cara mengurangi hambatan belajar di kelas. Respons mahasiswa juga terlihat dari perhatian mereka terhadap contoh kasus dan ilustrasi yang disampaikan narasumber. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang dibahas relevan dengan kebutuhan mereka sebagai calon pendidik sekolah dasar.
Pada sesi diskusi, partisipasi mahasiswa semakin menonjol. Banyak mahasiswa mengajukan pertanyaan yang tajam dan sesuai konteks, seperti penerapan pembelajaran ramah anak di kelas heterogen, cara menghadapi perbedaan kemampuan belajar, hingga peran guru dalam menciptakan iklim kelas yang inklusif. Tidak sedikit pula mahasiswa yang menanggapi penjelasan narasumber dengan refleksi dan pandangan mereka sendiri, sehingga diskusi berjalan dinamis dan substansial. Secara keseluruhan, kegiatan ini memperlihatkan antusiasme mahasiswa yang tinggi sekaligus keterlibatan yang aktif sepanjang acara. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai formalitas, tetapi benar-benar terlibat dalam proses belajar melalui menyimak, bertanya, dan berdiskusi. Partisipasi yang baik ini menjadi indikator bahwa Kuliah Pakar memberi manfaat nyata dan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam merancang pembelajaran yang lebih humanis, inklusif, dan berpihak pada kebutuhan semua anak.
