
Program Magister Pendidikan Dasar menyelenggarakan Seminar Nasional bertema Transformasi Pendidikan Dasar Berbasis Pembelajaran Mendalam yang Ramah Keberagaman pada Kamis, 4 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 07.30 sampai 12.00 WIB di Ruang Seminar Lantai 7, Gedung Induk Siti Walidah, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Seminar diikuti oleh mahasiswa, dosen, guru, serta pemerhati pendidikan dasar yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pembelajaran yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Seminar nasional ini menghadirkan Prof. Dr. Minsih, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Magister Pendidikan Dasar UMS, dan Dr. Dinar Westri Andini, M.Pd., dosen Magister Pendidikan Dasar Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Selain pemaparan dari narasumber, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Magister Pendidikan Dasar, yaitu M. Yasin, Resty Kurnia Dewi, dan Hayati sebagai pembicara. Keterlibatan akademisi dan mahasiswa dari perguruan tinggi yang berbeda menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus memperluas diskusi mengenai praktik pembelajaran yang mampu menghargai keberagaman karakter peserta didik.

Pelaksanaan seminar ini bertujuan membangun relasi akademik yang lebih kuat antarmahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan. Melalui forum ilmiah tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta mendiskusikan penerapan pembelajaran mendalam di sekolah dasar. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada proses memahami konsep secara utuh, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta menciptakan suasana belajar yang ramah terhadap perbedaan latar belakang dan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbentuknya kolaborasi akademik yang berkelanjutan. Hubungan yang terbangun melalui seminar dapat dikembangkan dalam bentuk diskusi ilmiah, penelitian bersama, publikasi akademik, serta pertukaran pengalaman dalam pengelolaan pembelajaran di sekolah dasar. Dengan adanya kerja sama tersebut, transformasi pendidikan dasar tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui praktik pembelajaran yang lebih relevan, inklusif, dan berpusat pada peserta didik.
