

Sekolah Pasca Sarjana Program Studi Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarankan seminar nasional pendidikan yang berlangsung pada tanggal 12-13 agustus 2020 di kampus 2 gedung Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pada kali ini Program Studi Pendidikan Dasar mengusung tema yang bertajuk pembelajaran literasi untuk sekolah dasar di era new- normal. Seminar tersebut tersebut menghadirkan dua narasumber ahli dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Negeri Yogyakarta. Dua narasumber tersebut, yakni Prof. Turmudi, M.Ed., M.Sc., Ph.D sebagai guru besar Universitas Pendidikan Indonnesia dan Dr. Fery Muhammad Firdaus, M.Pd dari Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan yang terbuka bagi seluruh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Selain mengundang narasumber dari universitas lain, seminar penndidikan nasional tersebut juga mengundang nara sumber dari fakultas keguruan dan ilmu penddikan yaitu Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. dan Dr. Choiriyah Widyasari sebagai ketua Program Studi Pendidikan Dasar Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Seminar pendidikan nasional tersebut dapat berjalan dengan lancar karena dipandu atau dimoderatori oleh ibu Murfiah Dewi Wulandari. Dalam seminar pendidikan tersebut juga memfasilitasi para akademika dalam berpartisipasi “call for paper” dimana didalamnya mengundang pada pendidik yang berasal dari guru sd sampai dosen untuk menyajikan hasil penelitiannya Pada seminar pendidikan tersebut
Sementara itu, Direktur Sekolah Pascca Sarjana, Prof. Dr. Bambang sumadjoko, yang turut hadir pada acara tersebut menyampaikan, bahwa seminar pendidikan nasional ini hanya salah satu bentuk kegiatan rutin yang dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Dasar dalam bidang penelitian dan sumber daya manusia. Menurutnya, beberapa dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dasar dapat memperoleh ilmu dan silaturahmi dengan berbagai pendidik untuk nantinya bisa menjalin kerjasama dibidang penelitian dan pengabdian. Selain itu, dari seminar pendidikan nasional ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas publikasi