
Pendidikan adalah salah satu variabel paling penting dalam membentuk perilaku peduli lingkungan, semakin tinggi pengetahuan seseorang maka semakin peduli pada permasalahan lingkungan. Program Studi Magister Pendidikan Dasar UMS mengadakan pengabdian masyarakat yang bertema pendidikan lingkungan yang dilakukan pada Kelas IV SDN Mangkubumen Lor No. 15. Pengabdian ini dalam rangka memberi pelatihan untuk Pengembangan Sekolah Adiwiyata melalui Pelatihan Recycle Sampah Anorganik menjadi Prakarya Praktis. Pengabdian ini dilakukan pada tanggal 9 April 2019, oleh : Wahyu Nurul Mubarokah (Q200170005), Ardiansyah Widya Pahlevi (Q200170006), Indra Mustika (Q200170015) dan Riski Nurdian Lestari (Q200170023).
Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pelatihan recycle sampah menjadi prakarya praktis sebagai upaya peningkatan sekolah adiwiyata. Program Adiwiyata dapat dilaksanakan secara optimal sejak tahun 2010 seiring dengan adanya kebijakan baru yang menggantikan kebijakan sebelumnya antara Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Pendidikan Nasional melalui kesepakatan bersama No.03/MenLH/02/2010. Hal ini kemudian dikuatkan lagi dengan adanya Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata. Tujuan dari program Adiwiyata berdasarkan pada Permen tersebut yaitu untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, pelaksanaanya berdasarkan tiga prinsip yaitu edukatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Diikuti oleh 102 anak siswa membuat prakarya praktis, diantaranya :
1.) Membuat Disgrip, dengan bahan : Botol bekas (4 buah botol ukuran tanggung), Lem tembak (1 buah), Gunting (1 buah), Cutter (2 buah), Resleting (2 buah), Pensil atau Bolpen (setiap anak membawa 1 buah).
2.) Membuat Vas Bunga, dengan bahan : Botol bekas (3 buah botol berwarna), Lem tembak (1 buah), Gunting (2 buah), Cutter (2 buah), Kalendar bekas (1 buah), Kertas origami (1 set)
3.) Membuat Tempat Pensil, dengan bahan : Botol bekas (5 buah), Gunting (2 buah), Cutter (2 buah), Kardus (1 buah), Pralon (20-30 cm), Isolasi warna (10 buah)
Hasil dari penilaian guru koordinator PKPs dan kepala sekolah dapat disimpulkan bahwa pengembangan sekolah adiwiyata melalui pelatihan recycle sampah anorganik menjadi prakarya praktis sangat layak, tepat, dan sangat bermanfaat untuk kelas IV SDN Mangkubumen Lor No. 15. Semoga pengabdian ini dapat bermanfaat untuk mendorong kreayivitas siswa-siswi dan berpengaruh dalam rangka memajukan pendidikan bangsa Indonesia.